Kisah Khalifah Abu Bakr dan Sifat Zuhud Dunia

 


Menjelang wafat, Abu Bakr berwasiat pada putrinya Aisyah. Wasiat itu adalah tentang hartanya. Namun ternyata, Abu Bakr tidaklah meninggalkan dinar ataupun dirham. Beliau hanya mempunyai seekor unta yang biasa ia perah susunya untuk diminum keluarganya. Juga sebuah mangkuk besar yang digunakannya sebagai penerangan. Serta sebuah kain beludru yang biasa ia kenakan.

Padahal sejak dulu, Abu Bakr dikenal sebagai pengusaha kaya. Namun beliau selalu hidup sederhana. Di kala menjabat khalifah, Abu Bakr menerima upah seadanya. Ia meninggalkan perdagangan dan mengurus negara.

Harta-harta itulah yang ia miliki saat menjadi khalifah. Hanya tiga harta itulah yang menjadi fasilitas bagi pemimpin negara muslim yang besar. Masya Allah. Betapa sederhanannya Abu Bakr.

Menjelang wafat, Abu Bakr berwasiat pada Aisyah agar memberikan unta, mangkuk, dan kain itu kepada Umar bin Khaththab. Sebab semua itu digunakan Abu Bakr saat memimpin kaum muslimin.

Saat mendapat harta itu, Umar pun berkata, "Semoga Allah merahmati Abu Bakar. Sesungguhnya dia telah membuat sulit (untuk mengikutinya) bagi orang-orang yang menjadi khalifah setelahnya.” 

Umar berkata bahwa khalifah setelahnya akan sulit mengikuti jejak Abu Bakr dalam memimpin umat. Abu Bakr begitu zuhud meski menjabat kepemimpinan tertinggi. 

Di kemudian hari, ternyata Umar lah yang meneruskan jejak Abu Bakr sebagai Khalifah Ar Rasyidin. 

Makna Zuhud

Zuhud bukanlah hidup miskin seadanya. Abu Bakr terkenal sebagai pengusaha kaya raya. Namun beliau hidup zuhud lagi sederhana. Pengertian zuhud yang sebenarnya adalah seseorang meninggalkan sesuatu yang dapat melalaikannya dari mengingat Allah. Adalah harta benda yang seringkali melalaikan manusia dari mengingat Allah.


You Might Also Like

0 comments

Inilah Gambaran Telaga Rasulullah Al Haudh

Kelak, di Hari Kiamat, terdapat telaga milik Rasulullah shallalhu 'alaihi wasallam. Muslimin akan berbondong-bondong ke sana dan disambu...